Monday, February 28, 2011

MACAM-MACAM PUASA

Macam Macam Puasa atau pembagian puasa dari segi hukumnya dibagi menjadi 4 yakni Puasa wajib, Puasa sunnah, Puasa makruh dan Puasa haram. 

Puasa wajib, 
Puasa yang diwajibkan antara lain Puasa wajib adalah puasa Ramadhan, puasa qadha’ dari puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa fidyah dan kaffarat.

Puasa sunnah, 
Kedua: Puasa Sunnah
Puasa sunnah adalah puasa yang oleh nash-nash syar’i dianjurkan untuk dikerjakan, yaitu:



Zakat Maal

Hidup Mewah Harta Melimpah
Mobil, Apartemen, Kartu Kredit, dan segala bentuk kemewahan dunia lainnya.adalah idaman lebih dari 99% umat manusia, siapapun mereka tidak akan menolak seandainya di beri kesempatan untuk merasakan dan atau menikmati keindahan Dunia.

Zakat Maal adalah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara hukum (syara). Maal berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti 'harta'.

Terdapat berbagai manfaat dan keutamaan zakat yang dijelaskan dalam alquran diantaranya Firman Allah Swt :



Zakat Fitrah

Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim  dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan dikeluarkan satu tahun sekali pada bulan ramadhan. Kata Fitrah merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini dengan izin Allah akan kembali fitrah.

setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah adalah :

* Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
* Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.
* Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.
* Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.

Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha' atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.5 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Bisa dengan mata uang yang berlaku di daerah yang bersangkutan jika zakat diserahkan pada pengurus zakat yang nantinya akan ditukar dengan makanan pokok).

Niat Zakat Fitrah :



Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik, sampai menjelang masuk waktu zhuhur, dikerjakan sekurang kurangnya 2 reka'at dan paling banyak 8 reka'at. dan dilakukan dalam 2 raka'at dengan sekali salam.

Keutamaan Dan manfaat Shalat Dhuha

Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sedekahnya / ada sedekahnya ; Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”
[HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]



Shalat Tahiyatul Masjid

Shalat Tahiyatul Masjid adalah shalat sunnah dua raka'at yang dilakukan ketika seseorang memasuki masjid. maksud dilakukannya tahiyatul masjid adalah mendekatkan diri kepada Allah, bukan kepada masjid, seperti halnya seseorang yang masuk ke rumah orang lain,  hendaknya mengucapkan salam kepada pemilik rumah.


Waktu mengerjakan tahiyatul masjid adalah ketika masuk masjid sebelum duduk. Jika dia sengaja duduk dan menyadarinya, tidak disyari'atkan baginya kembali berdiri untuk mengerjakan shalat tahiyatul masjid karena waktunya telah usai. dan bagi Seseorang yang masuk masjid karena tidak tahu atau lupa langsung duduk sebelum shalat tahiyatul masjid, disyari'atkan baginya berdiri dan melaksanakan dua rakaat tahiyatul masjid, karena bagi yang berudzur waktunya belum berlalu, dengan syarat antara duduk dan shalatnya tidak berselang lama.
Ketika seseorang masuk masjid dan muadzin sedang mengumandangkan adzan, yang disyari'atkan baginya adalah menjawab seruan adzan dan mengakhirkan pelaksanaan tahiyatul masjid agar mendapatkan keutamaan menjawab seruan adzan. Namun jika masuk masjid pada hari jum'at dan adzan khutbah (adzan kedua) telah dimulai, hendaknya melakukan shalat tahiyatul masjid dengan cepat, agar segera dapat mendengarkan khutbah.



Sunday, February 27, 2011

Shalat Taubat

Shalat Sunnat Taubat ialah shalat yang dilakukan seseorang baik yang sudah masuk islam maupun yang baru masuk islam karena merasa bersalah setelah berbuat dosa, kemudian bertaubat kepada Allah Swt. 

Taubat dengan sadar dan menyesali kesalahan kesalahan yang telah dilakukan dan berniat tidak akan mengulanginya, serta memohon ampunan dari Allah Swt.

Shalat Taubat sangat dianjurkan oleh Rosulullah Saq agar manusia yang telah sadar dan bertaubat lekas mendapatkan ampunan dari Allah Swt yang maha pengampun lagi maha penyayang.
Firman Allah Swt : 



Shalat Sunnat Wudhu

Shalat sunnat wudlu'

setelah berwudhu kita disunnatkan untuk mengerjakan shalat sunnat wudhu yang disebut juga dengan shalat syukrul wudhu' atau shalat tahiyatul wudlu' jumlah rekaatnya adalah sebanyak dua rekaat.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berwudhu, ia menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua raka’at, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Setelah selesai berwudlu kemudian mengerjakan shalat sunnat wudlu dua rekaat dan niatnya adalah sebagai berikut :
Ushalli Sunnatal wudlu'i rakataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.
Aku Niat Shalat Wudlu dua rekaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.

Shalat ini hendaknya dikerjakan dengan ikhlas dan tulus sebagaimana shalat yang lain, dimulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam. Alangkah baiknya jika kemudian ditambahkan dengan shalat Tahiyatul Masjid, serta shalat sunnah Rawatib.



Shalat Sunnah Tasbih

Shalat Sunnah Tasbih atau Shalat Tasbih adalah shalat yang menurut kebanyakan ulama hanya diajarkan Rasulullah SAW kepada pamannya yakni sayyidina Abbas bin Abdul Muthallib.

Derajat hadits shalat tasbih adalah shahih li ghairihi, sehingga dapat diamalkan. Adapun para ulama yang mendha'ifkannya atau menyatakan bahwa hadits shalat tasbih adalah palsu, karena tidak mendapatkan hadits yang kuat sanadnya.

Bagi kalangan ulama yang menganjurkannya, shalat tasbih hendaknya dilakukan setiap hari, atau kalau tidak bisa satu minggu sekali, atau satu bulan sekali, kalau masih belum bisa maka dilakukan satu tahun sekali atau paling tidak sekali seumur hidup.
Bilangan Rakaat Shalat Tasbih



Shalat Rawatib

Shalat Rawatib atau Shalat Sunnah Rawatib

Rawatib dari segi bahasa diambil dari kata raatibah yang artinya kontinue dan terus menerus. Sedangkan pengertian istilahnya shalat rawatib adalah shalat yang dikerjakan sebelum dan atau sesudah sholat lima waktu. jika dilakukan atau dikerjakan sebelum shalat lima waktu disebut shalat qabliyah, sedangkan yang dilakukan sesudahnya disebut shalat ba'diyah.

Shalat rawatib terbagi kepada dua bagian, yaitu sunnat muakkad dan sunnat ghairu muakkad. Shalat sunnah rawatib muakkad amat besar fadilahnya dan dijanjikan pahala yang besar apabila menunaikannya. Sholat sunat rawatib ghairu muakkad kurang sedikit fadilahnya berbanding dengan shalat sunat muakkad.

Dari Abdullah bin Mughaffal radhiallahu anhu , ia berkata: "Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam , ‘Di antara dua adzan itu ada salat, di antara dua adzan itu ada salat, di antara dua adzan itu ada salat. Kemudian pada ucapannya yang ketiga beliau menambahkan: ‘bagi yang mau". (Muttafaq ‘alaih)

Diantara shalat sunnat rawatib yang tidak mu’aqqad adalah:
1. Dua Raka'at sebelum Subuh
Dari Aisyah r.a bahwa Nabi SAW bersabda :" Dua raka'at fajar (salat sunnat yang dikerjakan sebelum shubuh) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. " (HR Muslim)

2. Empat raka’at setelah Zhuhur.

Berdasarkan hadits Ummu Habibah Dari Ummu Habibah Radhiallaahu anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang menjaga empat raka’at sebelum dan sesudah Zhuhur, akan Allah mengharamkan baginya Neraka”(HHR. Abu Daud)

3. Empat raka’at sebelum Ashar

Berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda :

“Semoga Allah memberi rahmat kepada seseorang yang shalat sunnah sebelum Ashar empat raka’at”(HSR. Abu Daud)

4. Dua raka’at sebelum Maghrib

Bedasarkan hadits Anas radhiyallahu anhu ia berkata :

“Di masa hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kami biasa shalat dua raka’at setelah tenggelam matahari, sebelum melaksanakan shalat Maghrib”. (HR. Muslim)

Adapun untuk lebih lengkapnya Shalat Rawatib lihat Tabel di bawah ini : 



Shalat Jenazah

Shalat Jenazah adalah jenis sholat yang dilakukan untuk jenazah muslim baik laki-laki maupun perempuan dan hukumnya wajib. Bagi saudara muslim yang masih hidup hukum hukum untuk menyolati mayyit adalah fardhu kifayah. (Fardhu Kifayah adalah status hukum dari sebuah aktivitas ibadah yang wajib dilakukan, namun bila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur).

Syarat Syarat Shalat Jenazah :
a) Jenazah Sudah dimandikan dan dikafani.
b) Letak Jenazah berada di sebelah kiblat dari orang yang menyembayangi, kecuali shalat Ghaib.
c) Yang melakukan shalat harus memenuhi syarat sah sholat secara umum (menutup aurat, suci dari hadas, menghadap kiblat dsb).

Rukun dan cara mengerjakan shalat Jenazah :
Perbedaan Shalat jenazah dengan shalat yang lain adalah tidak dilakukan dengan ruku', sujud, melainkan dalam posisi berdiri sejak takbiratul ihram hingga salam. caranya adalah sebagai berikut :
1). Niat : Melafadzkan niat untuk mengerjakan shalat Jenazah dengan 4 takbir.
Lafadz Niat Untuk Mayyit laki - laki  : 
Ushalli ala haadzal mayyiti arba'a takbiratin fardlal kifayati (makmuman / imaman) lillahi ta'ala
Dalam Bahasa Indonesia
Saya Niat Shalat Atas Mayat (laki-laki) ini empat raka'at fardlu kifayah, karena Allah ta'ala

Lafadz Niat untuk mayat perempuan :
Ushalli 'ala hadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardlal kifayati (ma'muman / imaman) lillahi ta'ala
Dalam bahasa Indonesia
Saya Niat Shalat Atas Mayat (Perempuan) ini empat raka'at fardlu kifayah, karena Allah ta'ala

2) Membaca niat bersamaan dengan Takbiratul Ikhram (mengucapkan Takbir) lalu meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri (sedakep) kemudian membaca surah Al Fatihah kemudian takbir kedua



Saturday, February 26, 2011

Shalat Istikharah








Shalat Istikharah adalah shalat sunnat yang dikerjakan untuk memohon petunjuk kepada Allah dalam rangka menentukan pilihan yang lebih baik diantara dua perkara atau lebih dengan maksud menghilangkan keragu-raguan dalam hati agar tidak kecewa di kemudian hari.

Hukum Shalat Istikharah adalah sunnat Mu’akkad, yaitu : sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, di kala kita sangat membutuhkan petunjuk atau hidayah dari Allah SWT untuk menentukan pilihan yang paling baik dan paling besar maslahahnya, baik dalam masalah pekerjaan maupun urusan-urusan lainnya. Sebagaimana yang diterangkan di dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya :

“Tidak akan kecewa orang yang mau (mengerjakan shalat) Istikharah, dan tidak akan menyesal orang yang suka bermusyawarah serta tidak akan melarat orang yang suka berhemat (sederhana)”. (HR.Imam Thabrani)

Manfaat Shalat Istikharah


Di samping untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah SWT, shalat sunnat Istikharah juga bermanfaat untuk membebaskan diri rasa keragu-raguan dan kebingungan dalam menentukan sebuah pilihan yang paling baik dan paling bagus, baik menurut pandangan hukum maupun agama, agar tidak kecewa atau menyesal di kemudian hari.



Shalat Tahajud : صلاة التهجد‎ Manfaat Shalat Tahajud

Shalat tahajjud : صلاة التهجد‎ adalah salat sunnat yang dikerjakan di malam hari lebih utama dilaksanakan setelah terjaga dari tidur. Ulama memiliki pendapat yang berbeda tentang apakah tidur pertama adalah benar-benar diperlukan atau tidak. Waktu untuk shalat Tahajjud adalah diantara waktu isha'a dan  waktu subuh atau pada sepertiga terakhir malam (QS Al Muzammil : 2-3) yang dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan paling banyak tidak terbatas.

Salat tahajjud termasuk sholat sunnah mu'akad (shalat yang dikuatkan oleh syara') yang memiliki keistimewaan dimana bagi orang yang mendirikan salat tahajjud diberikan manfaat, yaitu keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat, dan diangkat ke tempat yang terpuji, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran Surah  Al Al Israa' : 79 :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
"dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji."

Tahajud merupakan salah satu shalat sunnah yang memiliki nilai dan atau manfaat tinggi.  disamping dapat meneguhkan iman juga untuk mengasah mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi, serta sarana paling ampuh untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.

Diantara sekian banyak hikmah dan fadilah nya, senantiasa melaksanakan Shalat Tahajjud juga merupakan salah satu syarat dan ciri ciri orang yang bertaqwa sebagaimana dijelaskan dalam Al quran surah Adz Dzaariyaat : 15 - 18

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (١٥) آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (١٦) كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (١٧) وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (١٨

15. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air,
16. sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
17. di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.
18. dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

Tata cara melaksanakan shalat Tahajjud adalah sama seperti halnya shalat sunnah pada umumnya, akan tetapi sebagian ulama berpendapat bahwa shalat Tahajjud lebih utama dengan menambahkan dan atau membaca surat al kafirun pada raka'at pertama dan rakaat ke dua membaca surat al Ikhlas. 
Serta memperbanyak membaca istighfar dan atau berdzikir setelah shalat.


Keutamaan Shalat Tahajjud 








Manfaat Shalat Tahajjud

Adapun manfaat shalat Tahajjud bagi orang yang mau mengerjakannya adalah sebagai berikut :

Manfaat yang pertama 
Akan menjadikan pelakunya memiliki sifat rendah hati. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya :

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.Dan orang yang melalui malam hari dengan sujud dan berdiri untuk Tuhan mereka”

Manfaat yang kedua
Akan menjadikan pelakunya sebagai orang yang selalu mensyukuri nikmat Allah SWT. Sebagaimana yang telah diterangkan didalam hadist Nabi SAW, yang artinya : “Sungguh Rasulullah SAW berdiri dan shalat hingga kedua telapak kakinya atau kedua betisnya bengkak, maka jawabnya : “Bukankah aku ini seorang hamba yang banyak bersyukur”. (HR. Jam’ah kecuali Imam Abu Daud, yang bersumber dari Al Mughirah bin Syu’bah R.A)

Manfaat yang ketiga

Dapat melepaskan sipul godaan syaitan (mengusir syaitan) serta menjadikan badan segar dan penuh semangat. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya : “Pada waktu seseorang tidur, syaitan membuat tiga buah simpul dikepalanya. Untuk setiap ia mengatakan : “tidurlah engkau sepanjang malam, bila ia terbangun, lalu menyebut nama Allah, maka lepaslah satu simpul, Jika ia berwudhu, maka lepaslah satu simpul lagi; dan jika ia shalat, maka terbukalah seluruh simpul.Pada waktu bangun lagi,ia akan merasa penuh semangat dengan badan yang segar. Jika tidak,i a akan bangun pagi dengan perasaan serba tak enak dan malas.”(HR.Imam Bukhari, dari shahabat Abu Hurairah r.a)



Menunaikan Ibadah Haji

Mengerjakan haji merupakan salah satu daripada Rukun Islam yang lima. Setiap orang Islam yang mempunyai kemampuan, diwajibkan mengerjakan haji sekali seumur hidup. Firman Allah Taala dalam surah Ali 'Imran : 97 :

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (٩٧

"Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."

Semua orang Islam yang mampu wajib mengerjakan haji sekurang-kurangnya sekali dalam hidup mereka. tidak memandang Kaya atau miskin, hitam atau putih, semuanya berdiri sama rata.

Syarat-syarat Haji
1. Islam: Orang kafir tidak wajib mengerjakan Haji malah tidak sah ibadat Haji yang mereka kerjakan.
2. Merdeka: Hamba tidak wajib mengerjakan Haji.
3. Mukallaf.
4. Berkemampuan dengan syarat:
  • Berkuasa membayar segala perbelanjaan bagi mengerjakan ibadat Haji sehingga selesai dan kembali ke tanah air.
  • Ada kenderaan pergi dan balik.
  • Disyaratkan mempunyai bekalan yang cukup untuk saraan nafkah orang yang di bawah tanggungannya.
  • Tidak mengalami kesulitan teruk semasa berada di dalam kenderaan.
  • Aman perjalanan.
Rukun-rukun Haji
  1. Ihram, berniat bulat mengerjakan ibadah haji. Ibadah ini dimulai sesampai miqat (batas-batas yang telah ditetapkan).
  2. Wukuf di Arafah, ialah berhenti di padang Arafah sejak tergelincirnya matahari tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijah.
  3. Tawaf Ifadhah, ialah mengelilingi ka'bah sebanyak 7 kali, syaratnya : Suci, menutup aurat, Ka'bah berada disebelah kiri orang yang mengelilingi, memulai tawaf dari arah Hajar Aswat.
  4. Sa'i, ialah lari-lari kecil atau jalan cepat antara bukit Shafa dan Marwah.
  5. Mencukur/menggunting rambut. Sedikitnya memotong tiga helai rambut.
  6. Tertib, ialah menjalankan rukun haji secara berurutan.



Pengertian Zakat


خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (١٠٣

"ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui"

Zakat dari segi syarak adalah mengeluarkan sebahagian daripada harta yang tertentu kepada golongan tertentu apabila cukup syarat-syaratnya, yang wajib diberikan orang Islam yang mampu kepada 8 golongan (asnaf) yang berhak menerimanya. sebagaimana dijelaskan dalam Al quran surah At Taubah Ayat 60 :
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (٦٠)
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[##] Yang berhak menerima zakat Ialah: 
1. orang fakir: orang yang Amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. 
2. orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam Keadaan kekurangan. 
3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. 
4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. 
5. memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. 
6. orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. 
7. pada jalan Allah (sabilillah): Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain. 
8. orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.


Syarat wajib zakat

* Islam
* Merdeka
* Milik sempurna
* Cukup nisab
* Cukup haul (genap setahun hijriah)
* Niat untuk berniaga (zakat perniagaan sahaja)

Zakat terbahagi kepada dua jenis :

Pembayaran zakat fitrah dibayar pada bulan Ramadhan mulai 1 Ramadhan hingga 1 Syawal sebelum solat sunat Aidilfitri.

2. Zakat harta (zakat maal)
zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara hukum (syara).



Puasa

Puasa ( صوم) secara bahasanya diartikan menahan diri. Daripada segi istilah syara' berarti menahan diri daripada makan atau minum untuk suatu jangka waktu tertentu.


Puasa lebih luas diartikan menahan diri daripada makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sehinggalah terbenam matahari. Umat Islam juga dikehendaki menahan diri daripada menipu, mengeluarkan kata-kata buruk atau sia-sia, serta bertengkar atau bergaduh. karena puasa merupakan medan latihan memupuk kesabaran serta kejujuran. Secara tidak langsung amalan puasa akan menyuburkan sikap murni di dalam diri pelakunya. Adalah menjadi harapan kita agar kesemua nilai yang baik ini akan terus dipraktikkan ke bulan-bulan berikutnya.
Firman Allah S.W.T:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"

Niat Berpuasa Wajib Bulan Ramadhan :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

"Saya Niat berpuasa esok hari pada bulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Taala"

Waktu berniat dimulai pada setelah terbenam matahari, yakni masuk waktu sembahyang fardhu Maghrib hinggalah sebelum terbit fajar shadiq (waktu Subuh). Oleh itu, bolehlah dilakukan niat puasa setelah berbuka puasa sampai dengan waktu sahur.

Orang-orang Islam yang memenuhi syarat-syarat di bawah ini diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan:
* Berakal/waras
* Baligh (cukup umur)
* Mampu/tidak uzur.

Rukun puasa ada dua,yaitu:
* Berniat pada malam harinya
* Menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

Perkara-perkara berikut disunatkan ketika berpuasa:

* Makan sahur serta melambatkannya
* Menyegerakan berbuka dan sunat berbuka dengan buah kurma atau benda-benda yang manis atau air
* Menjamu orang-orang berbuka puasa
* Memperbanyakkan ibadah dan berbuat kebaikan.



Perintah Shalat 5 Waktu Dalam Alquran

Shalat adalah ibadat fardu yang wajib dilakukan oleh orang Islam lima kali sehari. Solat lima waktu ini dikenali sebagai solat Fardu atau sholat yang wajib dilakukan. Sebelum solat dapat dilakukan, seorang harus membersihkan diri daripada hadas besar dan hadas kecil. Pembersihan hadas kecil dikenali sebagai Wudhu dan atau Tayamum Sedangkan pembersihan hadas besar pula adalah Mandi wajib.

Shalat fardu yang diwajibkan ke atas umat Islam yang masih waras dan hidup, Solat fardu tidak boleh ditinggalkan sama sekali dalam keadaan bagaimanapun bahkan ketika seorang muslim terbaring lemah gerakan shalat bisa lakukan dengan kedipan mata, meninggalkan shalat termasuk dalam dosa-dosa besar, dan shalat adalah amal yang pertama kali di hisab.

Solat yang terbaik ialah sholat di masjid ataupun surau (bagi lelaki) secara berjemaah dengan menjaga kekusyukkannya, bacaannya serta rukunnya serta mengambil wuduk secara sempurna.  karena  pahala yang didapatkan dengan shalat berjama'ah di masjid ataupun surau adalah 27 kali  lebih baik berbanding sholat bersendirian di rumah.
Sholat harus dilakukan dalam bahasa Arab, yakni bahasa Al-Quran. Ketika solat, seorang Muslim hendaklah berdiri tegak (bagi siapa yang mampu), rukuk, sujud sambil menghadap ke arah Kiblat yakni menghadap Kaabah di Makkah. Sebagaimana dijelaskan Dalam Alquran Surah Al Baqarah ayat 144 :



Memaafkan Kesalahan Dan Meminta Maaf

Siska Megalia Yunandi  

Assalamualaikum,,

Salam hormat dari saya utk kakak2 , saudara-saudariku semua ^^ kakak aku mau brtanya lagi,, bgaimana jika trjadi ksalah pahaman [adik kakak],, namun keduanya dlm hal ini sama2 bersalah!!

Yg adik sudah mau meminta mf,,menghilangkn ego dan introfeksi diri. Tp yg kakak , merasa dirinya paling benar, tidak mau Minta maaf!
Saat adikny mNt mf ..dalam mulut dia memaafkn, tetapi dlm sikap dia tidak mencerminkan org yg sdh memaafkn! Malah menjauhi adiknya,

mohon penjelasanNy kakak ^^


Wa'alaikum Salam Warahmatullah

Memaafkan Kesalahan Dan Meminta Maaf

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur'an adalah sikap memaafkan orang lain bahkan sebelum orang tersebut meminta maaf. Perintah untuk memaafkan (menjadi seorang yang pemaaf) dijelaskan dalam banyak surah dalam alquran diantaranya Surah Al A'raaf


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ (١٩٩)وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٢٠٠)إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ (٢٠١

“jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (Qs Al A'raaf : 199 - 201)


Walaupun mudah diucapkan memaafkan bukanlah perbuatan yang mudah dilakukan, ketika seseorang telah berkata "saya memaafkan mu" terkadang ungkapan tersebut hanya sebatas pemanis lidah akan tetapi jauh dilubuk hatinya masih memendam perasaan marah yang belum reda.

Perasaan Sakit hati dan Atau merasa benar dan tidak mau mengalah adalah sifat yang dimiliki hampir setiap orang. Terkadang tidak mudah memaafkan orang yang telah menyakiti hati kita dan atau yang telah membuat kita terluka, baik itu karena hal hal yang serius maupun sekedar bercanda bahkan terhadap orang yang paling dekat dengan kita.

Hal tersebut adalah salah satu dari sekian banyak cara dan atau jalan bagi syetan dalam rangka untuk menyesatkan umat manusia. allah swt berfirman dalam surah An Nuur ayat 21 - 22 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٢١)وَلا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٢٢
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”

“dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Memaafkan butuh kematangan diri dan kecakapan spiritual. Kematangan diri hanya bisa didapatkan melalui keterbukaan hati dan pikiran akan segala pengalaman hidup yang dialami. Sementara kecakapan spiritual hanya bisa diperoleh ketika telah memiliki rasa penghambaan yang tinggi hanya kepada Allah SWT semata.
Ada beberapa cara agar kita bisa menjadi pemaaf. Pertama, memperbanyak silaturahim kepada tetangga, sanak kerabat, dan kawan-kawan. Sikap ini akan membuka hati terhadap segala karakter orang, sehingga kita pun tidak mudah marah atau tersinggung atas sikap orang lain.

Kedua, memperbanyak Dzikir kepada Allah SWT diwaktu pagi dan petang , dengan Berdzikir  akan menjernihkan hati dan pikiran kita sebelum beraktivitas. Berdzikir di waktu petang akan kembali menjernihkan hati dan pikiran setelah kita sibuk seharian beraktivitas.

Sikap yang adik Siska lakukan sudah sesuai cukup benar, sikap yang kemudian harus adik tanamkan adalah tetaplah menjaga hubungan persaudaraan, dapat dimulai dengan pendekatan pendekatan  emosional memperbanyak senyum dan menyapa terlebih dahulu serta tindakan-tindakan yg mengarah kepada contoh ketauladanan (berpamitan saat keluar rumah, bersalaman dengan mencium tangan, dll)  dengan Kakak, Insya Allah cepat atau lambat sikapnya akan berubah. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang buruk dan hina / kurang bermartabat, karena memang sangat dianjurkan bagi kita untuk lebih menghormati orang yang lebih tua.

Semoga Bermanfaat
Wassalamu'alaikum warahmatullah.

Admin 3



Percaya Kepada Qada Dan Qadar

Percaya kepada Qada' dan Qadar


Percaya kepada qada dan qadar adalah Rukun Iman keenam. mempercayai bahawa segala yang berlaku, selepas seseorang berusaha, adalah ketentuan Allah semata. Kita wajib percaya bahawa segala sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi, semuanya itu, menurut apa yang ditentukan dan ditetapkan oleh Tuhan Allah, sejak sebelumnya (zaman azali).

Jadi segala sesuatu itu (nasib baik dan buruk) sudah diatur dengan rencana-rencana tertulis atau batasan-batasan yang tertentu. Tetapi kita tidak dapat mengetahuinya sebelum terjadi. Rencana sebelumnya Qadar atau Takdir dengan maksud ketetapan. Terlaksananya berupa kenyataan, dinamakan Qada bermaksud keputusan perbuatan (pelaksanaan). Sebahagian Ulama’ menamakan takdir itu juga qada dan qada.

Sesuatu yang telah diketahui sebelumnya dan telah tertuliskan, dari apa-apa yang terjadi hingga akhir masa. Dan bahwa Allah Azza wa Jalla telah menentukan ketentuan para makhluk dan hal-hal yang akan terjadi, sebelum diciptakan sejak zaman azali. Allah swt maha mengetahui, bahwa semua itu akan terjadi pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan pengetahuan-Nya dan dengan sifat-sifat ter-tentu pula, maka hal itu pun terjadi sesuai dengan apa yang telah ditentukan-Nya.


Terdapat berbagai tafsir yang berbeda dikalangan para ulama mengenai Qada dan Qadar Istilah Qada bila dimutlakkan, maka memuat makna Qadar dan sebaliknya istilah Qadar bila dimutlakkan, maka memuat makna Qada, Akan tetapi bila dikatakan "Qadha-Qadar", maka ada perbedaan di antara keduanya. Maka kata Qada dan Qadar termasuk dalam kondisi seperti ini, artinya bila kata Qada dipisahkan (dari kata Qadar), maka memuat Qadar dan sebaliknya kata Qadar bila dipisahkan (dari kata Qada) maka memuat makna Qada. Akan tetapi ketika dikumpulkan, kata Qada bermakna sesuatu yang ditetapkan Allah pada mahluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan maupun perubahannya. Sedangkan Qadar bermakna sesuatu yang telah ditentukan Allah sejak zaman azali. Inilah perbedaan antara kedua istilah tersebut. Maka Qadar ada lebih dahulu kemudian disusul dengan Qada.

Terdapat Dua Pemahaman yang berbeda mengenai Qada dan Qadar :
Faham Jabariyah berpendapat bahwasanya segala sesuatu yang terjadi, baik maupun buruk, kafir, iman, ta'at, ma'shiyat, itu telah dikehendaki, ditentukan dan diciptakan-Nya ; dan bahwasanya Allah itu mencintai keta'atan dan membenci kemashiyatan. Sedang hamba Allah itu mempunyai kekuasaan, kehendak dan kemampuan memilih terhadap pekerjaan-pekerjaan yang mengantar mereka pada keta'atan atau ma'shiyat, akan tetapi semua itu mengikuti kemauan dan kehendak Allah.

Faham Qadariah berpendapat bahwasanya segala sesuatu yang terjadi, baik maupun buruk, kafir, iman, ta'at, ma'shiyat, itu telah dikehendaki, ditentukan dan diciptakan-Nya ; dan bahwasanya Allah itu mencintai keta'atan dan membenci kemashiyatan sedanh hamba itu memiliki kemauan yang berdiri sendiri dan bahwasanya dialah yang menciptakan pekerjaan dirinya, kemauan dan kehendak hamba itu terlepas dari kemauan dan kehendak Allah.

Mengenai mana yang benar tentang kedua pendapat diatas hanya Allah swt yang tahu, yang pasti kedua pendapat diatas adalah sama sama benar, terdapat dua kepastian Allah swt yang dapat dirubah dan tidak dapat dirubah. Terdapat hukum Sebab dan Akibat serta kebalikannya Akibat dan Sebab sesuai dengan definisi Qada dan Qadar.

Sebagai seorang Muslim wajiblah kita sadar bahwa kita adalah makluk yang lemah, bahawa Allah itulah yang maha Perkasa dan maha Berkuasa dan segala sesuatu adalah berlaku dengan ketetapanNya saja. Lantaran itu kita wajib beriman kepada takdir, bahawa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah.

Walaupun demikian kita diharuskan berusaha dan berdoa kerana dengan limpah rahmatnya, Allah akan mengubah takdir kita.sebagaimana firman Nya dalam Alquran Surah Ar Raad ayat 11

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ (١١
"bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Qada dan Qadar adalah sesuatu yang mutlak harus kita imani sebagai seorang muslim, karena dalam Qada dan Qadar ini Allah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa mengingatkan kita bahwa kita ini adalah mahluk yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa tanpa izin dan kehendakNya, Qada dan Qadar juga mengajarkan kepada kita untuk tidak mudah putus asa dari Rahmat Allah.

Wallahu'alam



Percaya kepada Akhirat

Percaya kepada Hari Akhirat

Kita wajib percaya akan datangnya Hari Kemudian atau akhirat sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT dalam  AlQur’an. Di terangkan akan datang suatu hari di mana semua makhluk yang ada akan menjadi rusak dan binasa, dimusnahkan dan akan dibangunkan seperti keadaan semula. Karena itu, hari akhirat turut mendapat julukan hari kiamat atau pembangkitan.

Setelah segalanya hancur pada hari kiamat, Allah memerintahkan kepada malaikat Israfil untuk bangun terlebih dahulu dan melaksanakan perintah Allah SWT meniup sangkakala, maka bangunlah nyawa yang telah mati untuk dihadapkan ke pengadilan Allah SWT dan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya selama di dunia.

Firman Allah Swt :



Percaya kepada Allah

Adalah yang paling utama. Konsep keesaan Allah ini adalah mutlak, dan tidak relatif kepada apapun jua yang wujud di dunia ini. Seperti yang dijelaskan  dalam Surah Al-Ikhlas,

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١)اللَّهُ الصَّمَدُ (٢)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤
"Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

Untuk hendak mempercayai Allah dan menyembah NYA, manusia wajib mengenal Allah dengan betul. Dan untuk hendak mengenali Allah dengan betul, manusia mestilah mencari dan mengkaji dalil-dalil dari Al Quran, Hadis dan Akal. Jika kita tidak mengenal Allah dengan betul,  dikhawatirkan akan terjerumus kedalam kesesatan, kemusyrikan dan kekufuran dan ujung ujungnya sia-sialah amal ibadah kita.
Firman Allah Swt Qs Al Kahfi 103 - 105



Percaya kepada Nabi dan Rasul

Beriman kepada nabi dan rasul ialah meyakini bahwa nabi dan rasul itu benar-benar diangkat oleh Allah SWT untuk membimbing manusia ke arah jalan hidup yang baik yang diridlai Allah. Islam mengajar umatnya bahawa Allah menyampaikan wahyuNya melalui malaikat kepada nabi dan rasul. Nabi ialah seorang lelaki yang dipilih Allah untuk menerima wahyu untuk kegunaan dirinya dan umatnya sahaja.

Rasul dan nabi merupakan manusia biasa. Islam menghendaki penganutnya untuk mempercayai setiap nabi dan rasul ini dan tidak membezakan mereka antara satu sama lain. Rasul pula merupakan seorang lelaki yang dipilih untuk menerima wahyu untuk dirinya serta disampaikan kepada orang lain. Terdapat lebih kurang 25 rasul yang dinyatakan dalam Al-Quran, yang harus kita percayai diantaranya Adam, Idris, Nuh, Luth, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad dan nabi dan rosul yang lain.

Muhammad merupakan nabi dan rasul yang terakhir. Ini bermakna tiada nabi dan rasul akan dilantik selepas kewafatan baginda. Baginda telah menyampaikan peringatan terakhir (iaitu Al Quran dan As Sunnah) kepada manusia sebelum berlakunya hari kiamat.

Di antara 25 rasul, terdapat 5 orang rasul yang mendapatkan gelar Ulul Azmi. Ulul Azmi adalah gelar yang diberikan kepada rasul Allah yang memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menyampaikan risalahnya.



Nabi Dan Rosul Yang Mendapat Gelar Ulul Azmi

Ulu al-Azmi ( أولوالعذم)  orang-orang yang mempunyai keteguhan hati adalah gelar yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan tinggi / istimewa karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa, dalam menyebarkan agama Islam.
Hanya lima rasul yang mendapatkan julukan ini, dari beberapa rasul yang telah diutus oleh Allah. Gelar ini adalah gelar tertinggi/istimewa ditingkat para nabi dan rasul. Para Rasul yang memiliki julukan Ulul Azmi adalah:



Percaya kepada Kitab Kitab Allah

Percaya Kepada Kitab Kitab yang telah diturunkan oleh Allah swt kepada para Nabi dan Rosul adalah Rukun Iman yang ketiga dalam agama Islam. sebagai seorang muslim yang percaya dengan sebenar benarnya bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para nabi dan rasul untuk membimbing manusia ke jalan yang benar diakhiri dengan kitab Al-Quran.

Kitab-kitab terbahagi dua:

Suhuf - Pedoman yang tidak begitu lengkap mengandungi hanya hukum-hakam dasar yang perlu diterangkan kepada manusia umumnya. Jumlah suhuf 100 buah



Percaya kepada Para Malaikat

Rukun iman yang kedua ialah percaya kepada Malaikat. Setiap muslim wajib mempercayai adanya malaikat. Malaikat juga adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya. Zat malaikat adalah halus, Malaikat telah lama wujud atau diciptakan sebelum kewujudan Adam sebagai manusia pertama. Malaikat mampu menjelma dalam berbagai rupa dan bentuk makhluk yang lain.
فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا (١٧)

Maka ia Mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami[#] kepadanya, Maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

[#] Maksudnya: Jibril a.s seperti yang dijelaskan dalam ayat ayat selanjutnya. 

Malaikat sangat banyak jumlahnya dan Allah saja yang tahu bilangan sebenarnya. Dalam ilmu Tauhid, umat Islam diwajibkan mengenal 10 malaikat dan tugasan mereka :



Design by The Blogger Templates

Design by The Blogger Templates