Monday, March 19, 2012

Dzikir Hamba Allah

Keutamaan Dzikir

Tidak diragukan lagi bahwa amalan lisan dan hati yang paling baik adalah memperbanyak dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bertasbih, bertahmid kepada-Nya, membaca kitab-Nya, Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa sallam, serta memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah Ta'ala dalam segala kebutuhan hidup beragama maupun urusan keduaniaan. Memohon ampunan dengan penuh harap disertai keimanan yang benar, ikhlas, dan tulus. Dan hendaknya bagi siapa saja yang berdzikir dan berdo'a agar selalu berusaha menghadirkan hatinya untuk mengingat keagungan dan kekuasan Allah Azza wa Jalla, sehingga hanya dia yang berhak diibadahi. Banyak sekali ayat-ayat Al Qur'an dan hadits-hadits Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa sallam yang mengungkapkan berbagai keutamaan dzikir dan doa, Dalil-dalil Tentang Keutamaan Dzikir.

Allah Ta'ala berfirman (artinya) : "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan- perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (Dzikir) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Ankabut: 45)

Dzikir hamba kepada Allah itu lebih besar dari segala sesuatu dan lebih utama dari ibadah selainnya, Sedang dalam hadits Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa sallam disebutkan dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda:


"Ada dua kalimat yang sangat ringan diucapkan oleh lisan, sangat disukai oleh Ar Rahman (Allah) dan sangat berat dalam timbangannya, yaitu: "Subhanallah wa bihamdih, subhanallahil azhiim, Astaghfirullah" (HR. Bukhari dan Muslim)


Dan dari Samurah bin Jundub Radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda (artinya) :

"Ucapan-ucapan yang paling disukai Allah ada empat: "Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar". Tidak menjadi masalah dengan ucapan yang mana kamu memulainya." (HR. Muslim)


Dari dua hadits diatas, nampak jelas bagi kita bahwa meskipun bacaan dzikir-dzikir tersebut terasa ringan dibaca, namun disisi Allah ternyata amat berat timbangan pahalanya. Sehingga amat dianjurkan bagi kita untuk membiasakan diri mengucapkan dzikir, seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, doa, dan istighfar pada setiap waktu, terutama pada pagi dan petang serta setelah shalat fardhu. Karena Nabi sendiri tidak pernah kering lidahnya untuk berdzikir kepada Allah. Aisyah Radhiallahu'anha menyebutkan:


“Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam selalu berdzikir kepada Alah setiap saat." (HR. Muslim)

Dari Abu Malik Al Asy'ary Rahiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda (artinya) :

"Menjaga kesucian (wudhu) itu separuh dari (pahala) iman, Alhamdulillah itu (pahalanya) memenuhi timbangan, dan Subhanallah wal hamdulillah keduanya bias memenuhi apa-apa yang ada diantara langit dan bumi." (HR. Muslim)


Hadits ini menunjukkan betapa besar pahala serta keutamaan dzikir diatas, meskipun terasa ringan untuk diucapkan. Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Ayub Al Anshari Radhiallahu 'anhu, dari Nabi Shalallahu 'Alihi Wa sallam bersabda (artinya) :


"Barangsiapa mengucapkan 'Laa ilaaha ilallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai'in qadir' (Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, Milik-Nya semua kerajaan dan segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak 10 kali. Maka dia seolah-olah telah membebaskan empat budak dari anak (keturunan) Ismail alaihis salam."


"Seorang Arab Badui (A'rabi) dating kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam seraya berkata: "Ajarilah aku ucapan yang akan selalu akan kuucapkan", Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam menjawab: "Katakanlah: "La ilaha illallah wahdahu laa syariika lahu, Allahu Akbar Kabira, wal hamdulillahi katsira, wa subhanallahi rabbil 'alamin, laa haula walaa quwwata illa billah al-aziz al-hakim. (tiada Ilah yang benar untuk disembah kecuali Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, Al1lah Maha Besar dengan kebesaran-Nya, Segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyak pujian . Maha Suci Allah, Penguasa semesta alam. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana). Lalu orang itu berkata: "Itu semua ditujukan kepada Tuhanku, mana yang ditujukan umtuk diriku?" Beliau menjawab: "Katakanlah: "Allahummaghfirli warhamni wahdini warzuqni (Ya Allah ampunilah aku, berilah aku rahmat, berilah aku petunjuk, dan beri aku rizki)." (HR. Muslim)


Hadits ini juga menjadi dalil bagi disunnahkannya tawassul (menjadikan perantara) dalam berdoa kepada Allah dengan dzikir-dzikir yang masyru' (disyariatkan) seperti diatas. Banyak sudah nash-nash yang menyebutkan tentang keutamaan orang yang suka berdzikir. Bahkan dikatakan oleh Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bahwa mereka itu merupakan orang-orang yang istimewa. Beliau bersabda:


"Telah mendahului orang-orang yang istimewa." Para shahabat bertanya: "Siapakah orang yang istimewa itu wahai rasulullah?" Beliau menjawab: "Orang-orang istimewa adalah laki-laki dan perempuan yang selalu berdzikir kepada Allah." (HR. Muslim)

Sehingga wajar saja apabila Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menyatakan bahwa:

"Perumpamaan orang yang suka berdzikir kepada Tuhannya (Allah) dengan yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dengan orang yang mati." (Yakni "mati" hatinya. -red) (HR. Bukhari)

Wallahu a'lam.



Tuesday, March 6, 2012

Shalat Tahajjud

Shalat Tahajud adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh dan shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan dengan Allah SWT.


Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :

“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW :

“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud : Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”

Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :

“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Bersabda Rosulullah SAW :

“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Nabi SAW bersabda lagi :

“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :

1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :

“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)

Bersabda Nabi SAW :

“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)

Keutamaan Shalat Tahajud :

Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :

1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.

Wallahu A'lam



Thursday, March 1, 2012

Aku Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintaimu

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu,

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-MU,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehinggah melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwa-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini Dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu

( Syed Qutb)

DirumahMu aku menemukan diriMu
Dalam qolbuku ternyata
Ternyata Kau selalu ada, di rumahMu ini
Hanya aku saja …yang sibuk..
Dengan kesombonganku..
Dengan ke-sok-tahuanku…seperti biasanya..
Minta ini itu padaMu….

Kau ajari aku..tanpa kutahu..
Lewat penjual kurma..
Yang menunjukku dengan telunjuk ke wajah..kau bakhil !!
Tetaplah Disisiku
by Rieke

Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”

Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi waktu,..
Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..

Ya Allah … Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,.. Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku

Ya Allah … Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku… Karna ku mati tanpa hadir-Mu
Jika kamu memiliki puisi cinta islami yang lain silahkan berbagi, karena dengan berbagi kita akan mendapatkan pahala. Silahkan isi komentar untuk menuliskan puisi islami buatanmu sendiri. Dan biarkan seisi dunia mengetahui keindahan tentang cinta.



Wednesday, February 29, 2012

Shalat 5 Waktu

MakkahAli bin Abi Talib r.a. berkata, “Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanflah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, ‘Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.’Lalu Rasullullah SAW bersabda, ‘Silahkan bertanya.’Berkata orang Yahudi, ‘Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.’

Sabda Rasullullah SAW ‘Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Ashar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isya' itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.’Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah saw, lalu mereka berkata, ‘Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.’

Rasullullah SAW bersabda, ‘Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.’

Sabda Rasullullah saw lagi, ‘Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.’Selepas itu Rasullullah saw membaca ayat yang bermaksud, ‘Jagalah waktu-waktu shalat terutama mekkahsekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.’Sabda Rasullullah saw, ‘Shalat Isya’ (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.’

Sabda Rasullullah saw seterusnya, ‘Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah S.W.T dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan daripada api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah saw, maka mereka berkata, ‘Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?’

Sabda Rasullullah saw, ‘Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari.Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.’Kata orang Yahudi lagi, ‘Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.’

Sabda Rasullullah saw, ‘Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara :

1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.
7. Allah S.W.T akan memberinya kemudian di syurga.’

Kata orang Yahudi, ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.’

Sabda Rasullullah saw, ‘Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).’
Kata orang Yahudi, ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).’

Sedikit peringatan untuk kita semua: “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Surah Al-Baqarah: ayat 155)

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Surah Al-Baqarah: ayat 286)

Semoga Bermanfaat,...aamiin



Wednesday, February 22, 2012

Sayyidul Istighfar

Sayyidul istighfar telah mencakup semua makna taubat hamba kepada Rabb-nya. Karena Ikrar hanya bagi Allah semata uluhiyyah dan 'ubudiyyah.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْتَ.


Allohumma anta robbii laa ilaha illa anta kholaqtanii, wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’udzubika min syarrimaa shona’tu, abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu ulaka bidza(n)bii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

“Yaa Allah... Engkaulah Rabb-ku...Tidak ada satupun tuhan yang berhak diibadahi melainkan Engkau... Engkaulah yang telah menciptakanku... Dan aku adalah hamba-Mu...Dan aku di atas perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku... Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku lakukan...Aku mengakui ni’mat-Mu kepadaku...Dan mengakui dosaku (kepada-Mu)...Maka ampunkanlah aku... Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau.”





Taat Kepada Allah atau...

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah:

"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah."

Dan tahukah kamu , boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.

Sesungguhnya Allah mela'nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala neraka,

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.

Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul."

Dan mereka berkata:

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.

Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar."

Al Ahzab : 63 - 68



Wednesday, February 15, 2012

Hanya hamba Allah

Hidup di dunia ini hanya sebentar saja
Bila duka bila tawa smoga hati kembali pada Nya
Waktu yang berlari takkan pernah bisa kembali lagi
Bila perih bila sedih air mata bukan segalanya

Hanya hamba Allah yang slalu berserah
Hanya hamba Allah yang slalu berpasrah
Karna segalanya tergantung pada Nya
Hanya pada Dia semua bermuara

Detik waktu kan berlalu
Suka dukakan berlalu
Tiadalah semua abadi
Tangis tawa airmata
Semuakan berlalu dan pergi

Hanya hamba Allah yang slalu berserah
Hanya hamba Allah yang slalu berpasrah
Karna segalanya tergantung pada Nya
Hanya pada Dia semua bermuara

Hanya pada Allah hati kan berserah
Hanya pada Allah jiwakan berpasrah
Karna segalanya tergantung pada Nya
Hanya pada Dia semua bermuara



Friday, January 6, 2012

Shalat Jama’ Dan Qashar

Shalat jama’ 

maksudnya melaksanakan dua shalat wajib dalam satu waktu. Seperti melakukan shalat Dzuhur dan shalat Ashar di waktu Dzuhur dan itu dinamakan Jama’ Taqdim, atau melakukannya di waktu Ashar dan dinamakan Jama’ Takhir. Dan melaksanakan shalat Magrib dan shalat Isya’ bersamaan di waktu Magrib atau melaksanakannya di waktu Isya’.

Jadi shalat yang boleh dijama’ adalah semua shalat Fardhu kecuali shalat Shubuh. Shalat shubuh harus dilakukan pada waktunya, tidak boleh dijama’ dengan shalat Isya’ atau shalat Dhuhur.

Sedangkan shalat Qashar 

maksudnya meringkas shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Seperti shalat Dhuhur, Ashar dan Isya’. Sedangkan shalat Magrib dan shalat Shubuh tidak bisa diqashar. Shalat jama’ dan Qashar merupakan keringanan yang diberikan Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya,

”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu, (QS.Annisa; 101),

Dan itu merupakan shadaqah (pemberian) dari Allah Ta’ala yang disuruh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menerimanya, (HR.Muslim).

Shalat Jama’ lebih umum dari shalat Qashar, karena mengqashar shalat hanya boleh dilakukan oleh orang yang sedang bepergian (musafir). Sedangkan menjama’ shalat bukan saja hanya untuk orang musafir, tetapi boleh juga dilakukan orang yang sedang sakit, atau karena hujan lebat atau banjir yang menyulitkan seorang muslim untuk bolak- balik ke masjid. dalam keadaan demikian kita dibolehkan menjama’ shalat. Ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjama’ shalat Dhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan Isya’ di Madinah. Imam Muslim menambahkan, “Bukan karena takut, hujan dan musafir”.

Dari sini kita dapat memahami bahwa rasa takut dan hujan bisa menjadi udzur untuk seseorang boleh menjama’ shalatnya, seperti seorang yang sedang musafir menjama’ shalat karena sebab hujan, Adapun batas jarak orang dikatakan musafir terdapat perbedaan di kalangan para ulama. Bahkan Ibnu Munzir mengatakan ada dua puluh pendapat. Yang paling kuat adalah tidak ada batasan jarak, selama mereka dinamakan musafir menurut kebiasaan maka ia boleh menjama’ dan mengqashar shalatnya.

Seorang musafir baru boleh memulai melaksanakan shalat jama’ dan Qashar apabila ia telah keluar dari kampung atau kota tempat tinggalnya. Ibnu Munzir rahimahullah mengatakan, “Saya tidak mengetahui Nabi menjama’ dan mengqashar shalatnya dalam musafir kecuali setelah keluar dari Madinah”. Dan Anas menambahkan, Saya shalat Dhuhur bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah empat rakaat dan di Dzulhulaifah (sekarang Bir Ali berada di luar Madinah) dua rakaat, (HR.Bukhari Muslim).

Dan sunah bagi musafir untuk tidak melakukan shalat sunah rawatib (shalat sunah sesudah dan sebelum shalat wajib), Kecuali shalat witir dan Tahajjud, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu melakukannya baik dalam keadaan musafir atau muqim. Dan begitu juga shalat- shalat sunah yang ada penyebabnya seperti shalat Tahiyatul Masjid, shalat gerhana, dan shalat janazah.

Wallahu A’lam



Saturday, December 17, 2011

Syahadatain Dua Kalimat Syahadat

Kalimat pertama : asyhadu an-laa ilaaha illallaah

artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah

Kalimat kedua : wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah 

artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah.


Kalimat pertama menunjukkan pengakuan tauhid. Artinya, seorang muslim hanya mempercayai Allâh sebagai satu-satunya Allah. Allah adalah Tuhan dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan seseorang. Jadi dengan mengikrarkan kalimat pertama, seorang muslim memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allâh sebagai tujuan, motivasi, dan jalan hidup.

Kalimat kedua menunjukkan pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allâh. Dengan mengikrarkan kalimat ini seorang muslim memantapkan diri untuk meyakini ajaran Allâh seperti yang disampaikan melalui Rosulullah Muhammad saw.


Kandungan Kalimat Syahadat
  • Ikrar

Ikrar yaitu suatu pernyataan seorang muslim mengenai apa yang diyakininya.Ketika seseorang mengucapkan kalimat syahadah, maka ia memiliki kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang ia ikrarkan itu.
  • Sumpah

Syahadat juga bermakna sumpah. Seseorang yang bersumpah, berarti dia bersedia menerima akibat dan risiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut. Artinya, Seorang muslim itu berarti siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam.
  • Janji

Syahadat juga bermakna janji. Artinya, setiap muslim adalah orang-orang yang berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT, yang terkandung dalam Al Qur'an maupun Sunnah Rasul

Wallahu A'lam



Sunday, December 11, 2011

Sedikit Tidur Di Waktu Malam

Bu Siti (bukan nama sebenarnya) adalah seorang karyawati kantor yang rajin dan giat bekerja, dia biasa bangun jam 3 malam untuk melakukan shalat baik tahajjud maupun shalat sunnah lainnya, shalat subuh seakan tidak pernah telat / absen dari berjama'ah bersama Suami dan anak-anaknya. maklum Lokasi Rumahnya Jauh dari Masjid / mushalla. Shalat Dzuhur dan Ashar pun dilakukannya berjama'ah di Kantor bersama rekan - rekan kerjanya. Maghrib selalu dia sempatkan untuk berjama'ah agar dia bisa mengajari anak-anaknya membaca alquran dan dilanjutkan dengan shalat isya' sambil kembali menceritakan kisah kisah islami dan kisah - kisah umat terdahulu kepada anak-anaknya sebagai pengantar tidur.

Allah Swt telah menganugrahkan nikmat yang cukup bagi keluarga Bu Siti, Mau Makan ada, mau minum ada, mau jalan-jalan Mobil siap , mau hubungi saudara Handphone tersedia, mau chatting dan menyapa saudara yang lain komputer tinggal pake bisa lewat facebook atau Twitter, dll.

Hidup Berkecukupan Tidak Menggoyahkan Iman Bu Siti Dari Beribadah Kepada Allah Swt, karena Bu Siti Sadar Hidup ini hanyalah untuk mencari bekal menuju Kehidupan yang selanjutnya. hari berganti hari, minggu berganti minggu , dan bulan berganti bulan, Bu Siti selalu menjalani hidup sesuai dengan tugas dan kewajibannya sebagai manusia.yang taat beribadah kepada Allah Swt dan Tugas serta Kewajibannya berhubungan Dengan Sesama Manusia.

Hari Itu tidak seperti biasanya Bu Siti Terlihat Gelisah dan Bingung Seperti Mencari Sesuatu , mondar - mandir kesana kemari, di bukanya semua Almari, Di Keluarkan Semua Isi nya, bahkan seisi kamar termasuk bantal, selimut, di keluarkan dari kamarnya.

Melihat tindakan yang tidak wajar Pak Tono (suami Bu Siti) bertanya : "Kenapa Bu........? Gak Biasanya Ibu Bersih Bersih Di Malam hari"

Bu Siti : "Ini Pak HP Saya Hilang"

Pak Tono : Lo........ Tadi Di Taruh Dimana....?

Bu Siti : Tadi Sepulang Kerja Ibu Taruh Di Kamar, trus sekarang gak ada.

Pak Tono : Kok Bisa .....? kan gak ada yang masuk kamar kecuali Ibu dan Saya.

Bu Siti : (teringat tadi Bu Sariyem : pembantu mengambil pakaian Kotor yang mau di Cuci) Oh..... Iya Tadi Bu Iyem ibu suruh mencuci pakaian Pasti Bu Iyem yang Mengambil Handphone Mama "

Pak TOno : Astaghfirullahal Adzim....! Bu Jangan Su'udzon gak baik.

Bu Siti : Habis Siapa lagi pa...? Cuma Bi Iyem yang Masuk Kamar Ibu seharian ini.

Pak Tono : Astaghfirullahal Adzim....! Sabar bu lebih baik kita tanya dulu baik baik, jangan cepat mengambil kesimpulan begitu.

Bu Siti : Yem............. Iyem...........!!

sariyem : Iya ....nya........... !!ada apa nya........?

Bu Siti : Kamu Yang Mengambil HP saya ya......!! Ayo Ngaku........!!

Pak Tono : Astaghfirullahal Adzim....! bu..... ingat.... jangan asal tuduh begitu, tanya baik baik dan jelaskan persoalannya. biar bapak aja yang bicara. (akhirnya dijelaskan oleh pak Tono bahwa Hp Istrinya yang di taruh di kamar hilang, dan satu satunya orang yang masuk kamar adalah bi iyem).

Sariyem : Ampun Nyonya Bukan Saya yang ngambil saya tidak tahu dan saya tidak mengambil HP Nyonya.

Pak Tono : ya Sudah Tidak apa-apa Biar Saya cari lagi barang kali tadi kurang teliti waktu mencari di kamar.

Bu Siti : Sudah pa.....! sudah saya keluarkan semua isi kamar dan HPnya gak ada, mau cari dimana lagi....?

Udah Yem Ngaku Aja.....! Pasti Kamu yang ngambil.

(mendengar Sariyem di paksa mengaku , akhirnya Si Udin (sopir) yang dari tadi mendengar pembicaraan itu akhirnya keluar dari kamar)

Udin : Maaf Pak, Bu, Iyem .....!? saya yang mengambil Handphone Ibu.

Anak Saya Sakit dan harus dirawat di rumah sakit, saya butuh uang untuk pengobatan Anak saya,

Gaji yang dari Ibu beberapa hari yang lalu sudah Habis untuk pengobatan anak saya. saya gak tau lagi harus mencari darimana. (mendengar Pengakuan Mang Udin , Bu Siti dan Iyem terdiam, dan tidak tahu harus berkata apa)

Pak Tono : Astaghfirullahal Adzim ........!!


"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka.

Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian, Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"  Adz Dzaariyaat : 15 - 21

Pak Tono : Bulan Depan Gaji kamu saya Naikkan



Sunday, December 4, 2011

Pembagian Shalat Sunnah

Shalat Sunnah dibagi menjadi dua macam yaitu Mutlaq dan Muqoyyad, untuk shalat Mutlaq cukuplah seseorang berniat shalat saja karena shalat sunnah tidak diberikan batasan oleh Syari’at mengenai waktu pelaksanaannya (tidak ditentukan kapan harus dijalankan).

Sedangkan shalat sunnah muqayyad adalah shalat sunnah yang diberikan batasan oleh syari’at, seperti shalat rawatib shubuh, yang hanya dapat dikerjakan ketika memasuki waktu shubuh dan disunnahkan dikerjakan sebelum shalat fardhu shubuh. Contoh lain misalnya adalah shalat gerhana, yang hanya dapat dikerjakan pada saat gerhana dan shalat-shalat sunnah yang lainnya.

Wallahu A'lam



Friday, October 7, 2011

Ketika sapaan kematian mulai datang

Kematian mengingatkan bahwa hidup hanyalah sementara kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak adam kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.

"Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadiannya. Maka apakah mereka tidak memikirkan? " Yaasiin : 68

Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar. Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir. Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga.


Bukan tidak boleh kita mencari harta namun cukup sudah dengan apa yang ada sekarang. jangan dicari lagi apa yang kurang, karena semakin dicari kita akan semakin merasa kurang. hiduplah sederhana dan syukuri apa yang ada. bukan kaya - bukan miskin , bukan pangkat - bukan jabatan, bukan terkenal atau bukan asing. Karena orang yang mulia dihadapan Allah adalah mereka yang bertaqwa.

Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan. Mungkin, inilah maksud ungkapan Imam Ghazali ketika menafsirkan surah Al-Qashash ayat 77, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…” dengan menyebut, “Ad-Dun-ya mazra’atul akhirah.” (Dunia adalah ladang buat akhirat) Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.



Thursday, October 6, 2011

Jihad Hukumnya Fardu Kifayah, Tapi......

Jihad Hukumnya adalah Fardu Kifayah dan bukanlah kewajiban yang berlaku kepada seluruh umat islam secara pribadi. sehingga apabila salah satu kelompok dalam islam sudah melaksanakan jihad maka gugurlah kewajiban jihad dimedan perang bagi muslim yang lain. akan tetapi dengan catatan bahwa musuh dapat dihalau / pertempuran dimenangkan oleh kelompok islam. 

Firman Allah Subhanahu wata'ala dalam surah At Taubah : 122
 
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

"Tidak sepatutnya bagi semua orang mukmin untuk pergi ke medan perang. mengapa tidak pergi dari tiap - tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali supaya mereka dapat menjaga diri."

jika semua umat islam pergi ke medan pertempuran niscaya akan merusak kemaslahatan dunia manusia, maka sudah selayaknya dilaksanakan oleh sebagian orang, yang memiliki kecakapan dalam medan pertempuran. namun demikian bukanlah berarti mereka yang tidak ikut bertempur tidak melakukan apa-apa karena bagi mereka yang tidak ikut bertempur memiliki kewajiban untuk berjihad dengan hartanya , dengan artian membantu sandang dan pangan mereka ketika saudara yang lain berada dalam medan pertempuran.


Jihad boleh jadi menjadi fardlu 'Ain atau wajib bagi setiap umat islam yang beriman , dalam beberapa kondisi :
1. Apabila musuh menyerang tempat atau negara tempat orang muslim / mukmin tinggal dan menetap. maka diwajibkan pada waktu itu untuk seluruh penduduk pergi ke medan pertempuran. (Qs At Taubah : 123)

2. Bila seseorang berada di dalam medan pertempuran (Qs Al anfaal : 45)

3. Apabila seseorang itu ditugaskan oleh hakim dan atau pemimpin negara / khalifah maka wajib hukumnya bagi orang tersebut untuk pergi ke medan pertempuran. Qs At Taubah : 38)

Jihad pada dasarnya dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan yang telah diatur di dalam alquran dan hadist.

Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.

Wallahu A'lam



Tuesday, October 4, 2011

Riddah (kembali kafir)


Riddah atau kembali ke asal yang dimaksud adalah kembalinya orang islam yang dewasa dan berakal baik laki - laki maupun perempuan dengan kehendaknya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. hal ini tidak berlaku bagi anak kecil yang belum dewasa (baligh) atau orang gila hingga dia waras.

Paksaan terhadap orang islam untuk mengucapkan kalimat kufur atau kembali kufur tidak bisa mengeluarkan orang tersebut dalam agamanya, selama orang tersebut masih teguh memegang keimanannya. hal ini dijelaskan dalam alquran surah An Nahl : 106
"Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman dia mendapat kemurkaan Allah, kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman dia tidak berdosa, akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar".

Contoh - contoh yang menunjukkan bahwa seseorang itu kafir :

1. Mengingkari ajaran agama yang terdapat dalam alquran.
2. Menghalalkan apa yang diharamkan.
3. Mengharamkan apa yang dihalalkan.
4. Mencaci maki Nabi dan Rosul
5. Mencela Alquran dan Sunnah dan Berpaling dari hukum yang ada didalamnya.
6. Mencampakkan Al Quran
7. Meremehkan Nama - Nama Allah

Dalam agama islam ada beberapa hal yang telah disepakati bersama, tetapi hal tersebut tidak diketahui kecuali oleh kalangan tertentu. Maka bagi orang yang tidak mengetahui hal tersebut secara sengaja atau tidak mengingkarinya maka tidak dapat dihukumi kafir karena tidak mengetahui hasil kesepakatan.

So...... Lebih baik tahu sedikit tapi dijalankan daripada tahu banyak tetapi tidak dijalankan. ^_^ bagi yang sudah tahu he... he.. yach... dijalankan saja semampunya.

Wallahu A'lam.



"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"

Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"


Bahaya Ilmu Pengetahuan dan Harta



Sunday, August 28, 2011

Kemenangan yang besar

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa, Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan di akhirat. Tidak ada perobahan bagi janji-janji Allah.

Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

QS : Yunus : 62 - 64


Tidak ada Kekhawatiran Atau Kesedihan 

Adalah cerminan dari kondisi kejiwaan khusus bagi mereka yang telah dijanjikan kebahagiaan di dunia dan akherat yakni mereka orang orang yang beriman dan bertaqwa merekalah para wali - wali Allah. Dimana dalam setiap sikap , perkataan maupun perbuatan selalu mencerminkan aqidah dan akhlaqul karimah , tidak ada yang mereka takutkan, tidak ada yang mereka cintai , tidak ada puja dan puji kecuali dan hanya kecuali Allah semata.Karena shalat, ibadat, hidup dan mereka hanyalah untuk Allah Subhanahu wata'ala.

Dewasa ini ummat Islam sedang berada pada titik nadir perjalanan sejarahnya. Ummat Islam dewasa ini sedang berada pada masa paling kelam dalam sejarah Islam. Sebab sesuai dengan nubuwwah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam ummat Islam bakal menjalani babak kepemimpinan mulkan jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendaknya alias mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).
Setelah selama ribuan tahun ummat Islam menikmati kepemimpinan orang-orang beriman yang secara sistem masih menjadikan Allah (Al-Qur’an) dan RasulNya (As-Sunnah An-Nabawiyyah) sebagai sumber dari segala sumber nilai dan hukum, maka dewasa ini ummat Islam ”dipaksa” untuk menjalani sistem kehidupan yang menjadikan selain Al-Quran dan As-Sunnah alias ideologi BUATAN manusia sebagai way of life.

Dalam keadaan zaman seperti ini seringkali seorang merasa pesimis dan kehilangan harapan akan masa depan. Ia memandang sistem batil dunia yang sedang berkuasa kian hari kian hegemonik. Sementara itu ia hanya mengelus dada menyaksikan berbagai derita saudara-saudara muslimnya di berbagai penjuru dunia. atau bahkan mereka ikut terjebak dalam hegemoni batil ini.

Sungguh, suatu sikap mental yang hanya pantas dimiliki oleh kaum pecundang, jauh dari kondisi kejiwaan seorang yang mengaku beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.Sabar adalah salah satu sikap yang seyogyanya di miliki oleh setiap orang yang masih terdapat benih - benih keimanan dalam dirinya guna untuk menjalani masa paling kelam dalam sejarah Islam seperti saat ini. Fokus kepada kemenangan sejati atau keberuntungan yang besar. Merupakan kemenangan hakiki yang bakal dialami dan dinikmati orang-orang beriman di dalam kehidupan baik di dunia maupun kelak di akhirat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (١٠) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١١) يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١٢) وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (١٣)

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
"(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
"niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
"dan ada lagi karunia yang lain yang kamu sukai yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya. dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
(QS Ash-Shoff ayat 10-13)

Namun perlu selalu diingat dan disadari bahwa kemenangan yang dekat bukanlah kemenangan hakiki yang sepatutnya kaum muslimin ngotot mengejarnya.kemenangan seperti ini adalah sesuatu yang jika kita alami dalam hidup di dunia, maka kita bersyukur kepada Allah, Alhamdulillah. Namun jika kita tidak sempat menikmatinya, maka kita juga tahu bahwa Allah memang tidak pernah mewajibkan kita untuk harus mengalaminya. Sebab kalah dan menang di dunia sudah ada jadwalnya di sisi Allah. Di antara hukum Allah alias sunnatullah ialah bahwa kadang ada masanya kaum mu’minin menang dan sebaliknya ada masanya kaum kafirin yang menang. Inilah kehidupan di alam fana ini. (al ayat)

Namun tidak sepatutnya kita menggantungkan diri / nasib / takdir karena dalam ayat lain Allah Subhanahu wata'ala juga mengingatkan kita bahwasanya Allah subhanahu wata'ala tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (al ayat).

Peringatan tersebut dipertegas kembali dalam surah ali imran berupa Perintah untuk amar makruf dan nahi mungkar "hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."

Akhirnya semua kembali kepada kita (manusia) sebagai umat yang satu , apakah ingin terus berada dalam hegemoni sistem batil ini atau kembali kepada Perintah Allah dan Sunnah Rosul-Nya. terdapat dua pilihan  bagi setiap manusia untuk berjuang dijalan Allah :

1. Jihad dengan Harta (membantu dengan harta untuk berjuang kembali menegakkan syariat islam untuk kebaikan umat (makhluk Nya) atau berjuang dengan jiwa baik dengan dakwah untuk saling  menasehati mengingatkan , atau bahkan berperang jika memang kondisi menyatakan dan mengharuskan demikian.


2. Menunggu Pertolongan Langsung dari Allah Subhanahu wata'ala dengan menyaksikan satu persatu azab yang pernah ditimpakan kepada umat terdahulu ditimpakan kepada umat saat ini. Kemenangan demi kemenangan akan kita dapatkan tanpa harus berperang,

Kita serahkan saja semua pada Kekuasaan Nya , He.... he.... ^_^ kita nikmati saja teriakan dan tangisan Orang - orang zalim.


فَإِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنْهُمْ مُنْتَقِمُونَ (٤١) أَوْ نُرِيَنَّكَ الَّذِي وَعَدْنَاهُمْ فَإِنَّا عَلَيْهِمْ مُقْتَدِرُونَ (٤٢)

Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu sebelum kamu mencapai kemenangan maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka di akhirat. Atau Kami memperlihatkan kepadamu azab yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka. QS Az Zukhruf : 41 - 42

Wallahu A'lam.



Sunday, July 31, 2011

Mujahadah (Perjuangan melawan hawa nafsu)

Firman Allah Subhanahu wata'ala dalam surah Al Ankabut : 69
 

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik"

Tidak sesuatu amal yang lebih utama daripada menunaikan kewajiban yang telah diwajibkan Allah Subhanahu wata'ala, sedang segala perbuatan tambahan dari sunnat hanya penyempurnaan kekurangan - kekurangan yang terjadi dari yang wajib. dan seorang yang telah dikasihi Allah Subhanahu wata'ala maka semua gerak harkat nya dipimpin dan ditolong dan kalau ada salahnya dimaafkan oleh Allah bahkan dianggap semua itu seolah - olah telah mendapat izin Allah , yang seolah - olah terlepas tanggung jawab dari semua itu.Demikian kebesaran rahmat karunia Allah , yang tidak terbatas.

Mereka ini adalah ahlul mujahadah dan orang-orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu. Di tengah-tengah beratnya godaan, yang terus-menerus dialami dengan segala bentuknya, dan mereka dapat selamat dari semua godaan, tanpa sedikitpun tersentuh oleh godaan dan hawa nafsu yang datang dari setan. Golongan ini, berkata, “Sesungguhnya jiwa hanya dapat lurus dengan ibadah yang sulit dan berat, karena jiwa mempunyai karakter malas, dan menyukai kerendahan dan kehinaan. Ia tidak dapat menjadi lurus, kecuali dengan melakukan hal-hal yang berat dan memikul kesulitan.”
 
Saat orang-orang membutuhkan pertolongan baik jabatan, fisik, maupun harta, maka ia akan segera memberikan pertolongan, dan berpikir panjang tentang pribadinya, dan mensegerakan kepentingan dari saudaranya yang tertimpa musibah.

Ketika membaca Qur’an, tak ada lagi yang diingatnya, karena Qur’an itu adalah ‘Kalamullah’, dan membaca dengan sepenuh hati, memahami makna-maknanya, dan berjanji melaksanakan semua perintah-Nya. Seperti generasi Salaf, yang terus melaksanakan apa saja, yang diperintahkan oleh Allah Azza Wa Jalla, sehingga mereka mendapatkan kemuliaan dan kejayaan.

Ketika, menjelang hari terakhir di bulan Ramadhan, ia tinggalkan semunya, dan beri’tikaf di masjid-masjid, dan hanya mengharapkan datangnya maghfirah dari Rabbnya. Tidak lagi menyibukkan diri dengan kehidupan dunia, yang justru akan merusak hari terakhir puasa, yang akan membawanya kepada golongan muttaqin.

Wallahu A'lam



Thursday, June 2, 2011

Shalat Sunnah Mutlaq

Shalat sunah muthlaq ialah sunah yang boleh dikerjakan pada waktu kapan saja, kecuali waktu yang terlarang untuk mengerjakan shalat sunah. Jumlah rakaatnya tidak terbatas.

Shalat sunah muthlaq yakni sunah yang tidak bersebab, bukan karena masuk masjid, bukan karena shalat qabliyah atau ba’diyah shalat fardhu, dan yang lainnya. Shalat ini semata-mata shalat sunah muthlaq, kapan pun dan di mana pun dapat dikerjakan, asal jangan waktu haram.

Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat sunah adalah:

1. Waktu matahari sedang terbit hingga naik setombak/lembing.
2. Ketika matahari berada tepat di puncak ketinggiannya hingga tergelincirnya. Kecuali pada hari Jumat ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul-masjid.
3. Sesudah shalat asar sampai terbenam matahari.
4. Sesudah shalat subuh hingga terbit matahari agak tinggi.
5. Ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya.

Lafazh niatnya sebagai berikut:

Ushallii sunnatar rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunah dua raka’at karena Allah.”

Shalat sunah tidak terbatas, beberapa saja yang sanggup kita laksanakan, Niat shalat mutlak tidak terikat dengan niat tertentu selain ikhlas hanya karena ibadah kepada Allah SWT. Shalat sunah mutlak dikerjakan tiap-tiap dua raka’at dengan satu kali salam. 



Tuesday, April 12, 2011

Keutamaan Shalat Subuh

Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.


Beristirahatnya seorang muslim beberapa jam dari malam setelah bekerja secara kontinyu akan membantu kehidupannya dan akan menstabilkan perkembangan dan kreatifitasnya, agar dia selalu mampu menunaikan segala tugas yang berikan oleh Allah SWT sebagai tujuan penciptaannya. Di antara tugas ini adalah menjalankan shalat fajar secara berjama’ah di mesjid, dan dia adalah shalat yang memiliki nilai keutamaan yang tinggi.

Di antara shalat-shalat yang ada, shalat subuh adalah shalat yang mengawali hari. Ia adalah shalat yang paling penting yang harus dijaga betul pelaksanaannya, sebab tidak semua orang bisa konsisten, bahkan shalat ini terasa berat bagi orang-orang munafik.

“Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh”(HR.Ahmad)

mengingat shalat-shalat lain selain subuh bisa dilakukan oleh seseorang dengan mudah karena memang waktunya bertepatan dengan saat bekerja dan terjaga. Oleh karena itu tidak ada yang mampu konsisten menjaga shalat subuh secara berjamaah selain orang beriman yang diharapkan ada kebaikan muncul darinya. 

diantara beberapa keutamaan shalat subuh adalah :



Monday, April 11, 2011

Bahaya Harta dan Ilmu Pengetahuan (QS Al Qashash)

Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.


Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutamakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.
Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya harta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas sedala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat, kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan

"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"



Design by The Blogger Templates

Design by The Blogger Templates